Yayasan Islam An-Nashr

WAKAF TUNAI:  INVESTASI ABADI, MANFAATNYA MENGALIR TIADA HENTI

Yayasan Islam An-Nashr

Sumber: http://www.pesantrenalam.org/

ORANG miskin selalu ada di belahan bumi mana pun, bahkan di negara maju. Mereka ada yang hidup menggelandang, ada pula yang hidup normal. Yang hidup normal penampilannya tidak seperti orang miskin, tetapi tingkat penghasilannya yang menentukan bahwa dia miskin sehingga berhak mendapat charity dari pemerintahnya.

Di Indonesia data tentang kemiskinan memang ada berbagai versi. Menurut data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia berjumlah sekitar 40 juta. Data ini masih belum ditambah pengangguran terbuka yang jumlahnya mencapai diatas 10 juta.

Keluarga dimasukkan dalam kategori miskin/prasejahtera (versi BKKBN) apabila tidak dapat memenuhi satu dari lima syarat berikut: melaksanakan ibadah menurut agamanya, makan dua kali sehari atau lebih, pakaian yang berbeda untuk berbagai keperluan, lantai rumah bukan dari tanah, dan bila anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan.

Kalau penurunan daya beli akibat kemiskinan hanya terjadi untuk sandang atau pakaian saja, mungkin tak seberapa. Namun, yang memprihatinkan, penurunan pengeluaran juga terjadi untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Dalam jangka panjang, hal ini akan membuat akses penduduk miskin terhadap sumber daya ekonomi akan semakin kecil sehingga mereka tidak bisa ikut menikmati kue ekonomi yang dihasilkan. Maka jadilah kemiskinan struktural, dan inilah yang seharusnya diputus matarantainya agar kemiskinan tidak terus terjadi turun temurun ke anak cucu.

Solusi Islam Atasi Kemiskinan

Pendidikan merupakan hal yang sangat strategis dalam mengatasi problem kemiskinan dan kebodohan yang menimpa masyarakat. Masalahnya, tidak semua punya kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara layak. Ditambah lagi dengan pengangguran yang semakin tinggi, hal itu akibat tidak cukup keterampilan hidup yang dimiliki oleh para masyarakat kita. Semuanya terasa semakin rumit tatkala negara tidak cukup mampu mengatasi semua persoalan yang ada. Sebagai anggota masyarakat, kita berkewajiban untuk ikut serta memberikan solusi bukan hanya mengeluh atau memaki. Dengan segala keterbatasan yang ada kita tetap harus bangkit dari keterpurukan.

Melihat keterbatasan ini, selain melalui konsep zakat, infaq dan sedekah. Islam menawarkan konsep fund for education yang sangat baik untuk mengatasi persoalan ini. Sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh lembaga-lembaga Islam dunia seperti al-Azhar University Cairo dan Universitas Zaituniyyah di Tunis. Konsep Wakaf, adalah salah satu cara yang efektif untuk didukung ummat.

Wakaf

Waqf atau wakaf secara harfiyah berarti berhenti, menahan atau diam. Oleh karena itu, tempat parkir disebut mauqif karena di situlah berhentinya kendaraan, demikian juga padang Arafah disebut juga Mauqif di mana para jamaah berdiam untuk wukuf. Secara teknis syariah, wakaf sering kali diartikan sebagai aset yang dialokasikan untuk kemanfaatan umat di mana substansi atau pokoknya ditahan, sementara manfaatnya boleh dinikmati untuk kepentingan umum.

Wakaf akan valid sebagai amal jariyah setelah benar-benar pemiliknya menyatakan aset yang diwakafkannya menjadi aset publik dan ia bekukan haknya untuk kemaslahatan umat. Dan wakaf tidak akan bernilai amal jariyah (amal yang senantiasa mengalir pahala dan manfaatnya) sampai benar-benar didayagunakan secara produktif sehingga berkembang atau bermanfaat tanpa menggerus habis aset pokok wakaf.

Dalam sejarah, Umar bin Khathab sebagai warga sederhana bersedia secara ikhlas atas petunjuk Nabi saw. untuk mewakafkan satu-satunya aset berharga yang dimilikinya berupa sebidang tanah di Khaibar untuk kemaslahatan umat.

Akhir-akhir ini telah muncul wacana baru dalam menggali potensi ummat yang bisa didayagunakan untuk membangun solidaritas masyarakat melalui konsep wakaf tunai.

Mengapa Wakaf Tunai

Wakaf Tunai (cash waqf) sudah dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. Imam az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al hadits memfatwakan, dianjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial dan pendidikan umat Islam. MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga telah mengeluarkan fatwa tentang wakaf tunai sebagai berikut :

  1. Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.
  2. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.
  3. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh).
  4. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’ i.
  5. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Selain fatwa MUI diatas, bahkan pemerintah melalui DPR juga telah mengesahkan UU No. 41/2004 tentang wakaf. Yang di dalamnya juga mengatur bolehnya wakaf berupa uang (wakaf tunai).

Manfaat utama dari wakaf tunai

Sebenarnya, wakaf tunai itu pada dasarnya bertujuan menghimpun dana abadi yang bersumber dari umat, yang kemudian dapat dimanfaatkan bagi sebesar-besarnya kepentingan dakwah dan masyarakat. Selama ini, masyarakat hanya mengenal wakaf dalam bentuk tanah dan bangunan.

Sedangkan wakaf dalam bentuk uang belum tersosialisasi dengan baik. Wakaf tunai ini memberi kesempatan kepada setiap orang untuk bersadaqah jariyah dan mendapat pahala yang tidak terputus tanpa harus menunggu menjadi tuan tanah atau saudagar kaya. Orang bisa berwakaf hanya dengan membeli selembar sertifikat wakaf tunai yang diterbitkan oleh institusi pengelola wakaf (nadzir).

Hal tersebut berbeda dengan zakat, di mana untuk menjadi muzakki, seseorang harus memenuhi sejumlah persyaratan yang di antaranya adalah hartanya harus melebihi nishab.

Adapun manfaat wakaf tunai diantaranya adalah :

  1. Seseorang yang memiliki dana terbatas sudah bisa mulai memberikan dana wakafnya tanpa harus menunggu menjadi tuan tanah terlebih dahulu.
  2. Melalui wakaf uang, aset-aset wakaf yang berupa tanah-tanah kosong bisa mulai dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau sarana lain yang lebih produktif untuk kepentingan ummat.
  3. Dana wakaf tunai juga bisa membantu sebagian lembaga-lembaga pendidikan Islam.
  4. Insya Allah, umat Islam dapat lebih mandiri dalam mengembangkan dunia pendidikan tanpa harus terlalu tergantung pada anggaran pendidikan negara yang memang semakin lama semakin terbatas.

Anda Ingin Melakukan Wakaf Tunai ?

Yayasan Islam An-Nashr, mengajak kaum Mu’minin dan Mu’minat untuk memanfaatkan peluang yang kami tawarkan. Siapapun bisa berpartisipasi dalam program Wakaf Tunai yang kami tawarkan berikut ini :

  1. Wakaf Tunai Infrastruktur untuk pembangunan dan pengembangan infrastruktur pendidikan Pesantren Alam Ma’rifatussalaam di Desa Manyeti, Kec. Dawuan, Kab. Subang, Jawa Barat. Dana yang dibutuhkan sebesar Rp 3,2 milyar. Nilai wakaf tunai mulai Rp 100.000,-.
  2. Wakaf Tunai Pembebasan lahan untuk perluasan area Pesantren Alam Ma’rifatussalaam. Ditargetkan 5 ha. Nilai wakaf tunai mulai Rp 300.000,-/bata (1 bata= 14 m2).
  3. Wakaf Tunai Produktif untuk pengembangan usaha produktif pedesaan dan syi’ar pertanian organik (back to nature). Nilai wakaf tunai mulai Rp 100.000,-.

Cara Berpartisipasi

  1. Anda dapat memperoleh sertifikat iqrar wakaf tunai dengan mengisi formulir di situs ini.
  2. Dana wakaf tunai bisa ditransfer melalui rekening :
    Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Depok No. Rek. 061.0004.504 a/n Abdullah
    Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Warung Buncit No. Rek. 003.0038.079 a/n M. Arief Chabarullah L.B.
  3. Konfirmasi transfer dengan mengupload hasil scan bukti transfer di formulir di situs ini atau via SMS ke 0858 8017 9646 atau 0813 9588 3300 atau via email : nadzir@pesantrenalam.org
  4. Sertifikat Wakaf Tunai akan dikirim via pos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s