Berita 2009

Juni 2009

Wakaf Bisa Ciptakan Bank Tanah

Lahan wakaf juga dapat dijadikan dana pembiayaan untuk membangun perumahan warga miskin.

Hadi Suprapto, Anda Nurlaila

Sumber: http://bisnis.vivanews.com/Rabu, 24 Juni 2009

VIVAnews – Pemanfaatan wakaf tanah dapat berfungsi sebagai bank tanah dan dana pembiayaan untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Al Asy’ari mengatakan wakaf berpotensi memberikan penyediaan perumahan rakyat.

Dari data Kementerian, wakaf berupa tanah berada di 403.000 lokasi dengan nilai sebesar Rp 1,57 miliar. Sedangkan Badan Wakaf Indonesia menunjukkan nilai yang lebih besar Rp 2,7 miliar.

Selama ini tanah wakaf masih digunakan untuk membangun sarana sosial seperti sarana ibadah, pemakaman umum, sekolah, dan lain-lain. “Jika wakaf digunakan sebagai bank tanah dapat digunakan untuk pengembangan syariah asal sesuai kaidah syar’i dan tujuan pemerintah,” katanya.

Baik dana dari wakaf tunai dan wakaf tanah, bank tanah bisa dipakai untuk membangun perumahan rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Sewanya bisa rendah,” katanya.

Sejauh ini Kementerian sudah melakukan penandatangan kerja sama dengan beberapa perbankan dan koperasi syariah guna menyalurkan Kredit Perumahan Rakyat berubsidi. Sampai dengan Juni 2009, Kemenpera menjalin kerja sama dengan 214 lembaga pembiayaan. Lembaga pembiayaan tersebut, Yusuf melanjutkan, terdiri dari Bank Syariah Nasional, BPD Syariah, BPR Syariah, dan Koperasi Syariah.

“Jumlah KPR Syariah Bersubsidi sampai dengan Juni 2009 mencapai 586 rumah sedangkan KPR Syariah Mikro Bersubsidi mencapai 4.544 rumah,” katanya.

Menurut Deputi Gubenur Bank Indonesia yang juga ketua umum Masyarakat Ekonomi Syariah Muliaman D Haddad, wakaf saat ini masih terbatas pemakaiannya seperti pemakaman dan rumah ibadah.

Padahal di negara lain seperti Bangladesh, Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura, wakaf tunai dibangun perkantoran, pendidikan dan beasiswa, serta infrastruktur seperti jalan yang menciptakan dana bergulir. Selain wakaf tidak bergerak, wakaf juga termasuk benda bergerak atau wakaf tunai.

Wakaf yang tidak ada bunga membuat wakaf bersifat murah akibat cost of fund rendah. “Dana bisa dipakai untuk membangun yang secara market tidak ada yang bisa masuk,”

Muliaman menambahkan, peran perbankan untuk menampung dana wakaf tunai sekaligus distribusi untuk kegiatan ekonomi. Di antaranya untuk membangun jalan, jembatan kayak tol, serta rumah sakit. “Perbankan mendapat jasa fee karena cost of fund nol persen. Potensinya besar tetapi belum tergarap dengan maksimal,” kata Muliaman.
• VIVAnews

Juli 2009

Wakaf Tunai Bantu Sektor Riil

Sumber: http://www.wakafcenter.com/ Wednesday, 22 July 2009

INILAH.COM, Jakarta – Sebagai wakaf produktif, wakaf tunai memiliki banyak kelebihan di era modern ini. Wakaf tunai bisa menjadi alternatif pembiayaan investasi di sektor riil yang sedang dibutuhkan di Indonesia saat ini.

Mustafa Edwin Nasution, Wakil Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) mengatakan wakaf tunai memiliki instrumen mobilisasi dana yang bervariasi. Selain itu dapat memperluas basis sumber dana secara signifikan karena nominalnya jauh lebih rendah dan bervariasi dibandingkan wakaf aset fisik seperti tanah dan gedung.

Wakaf tunai mudah dikelola dan dikembangkan menjadi wakaf produktif karena memiliki banyak alternatif penempatan investasi, baik di portofolio keuangan domestik ataupun global.

“Penempatan lainnya adalah portofolio keuangan mikro, maupun portofolio investasi di sektor riil,” katanya dalam Seminar ’Mengembangkan Wakaf Produktif untuk Membangun Kesejahteraan dan Peradaban’ di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/8).

Wakaf tunai yang berlaku sekarang ini antara lain sertifikat wakaf tunai, wakaf investasi, gabungan produk investasi dan wakaf, sertifikat deposito wakaf tunai, dan wakaf saham (incorporated cash waqf). Juga ada wakaf produk Islamic Development Bank (IDB) untuk pembangunan infrastruktur, yakni awqaf properties investment fund (APIF).

42529

Mengenai wakaf uang di Indonesia, Dr Uswatun Hasanah, Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Wakaf Indonesia mengatakan, pada saat ini sudah tidak ada masalah lagi dengan wakaf bentuk ini.

Menurutnya, pada 11 Mei 2002 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa tentang wakaf uang. Isinya “Wakaf uang (Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai; wakaf uang termasuk juga ke dalam pengertian surat-surat berharga; Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh)”.

Wakaf uang juga hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i. Sementara nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, atau diwariskan.

“Wakaf uang ini penting untuk dikembangkan di Indonesia di saat kondisi perekonomian yang kian memburuk. Wakaf uang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di Indonesia,” katanya.

Selama ini di Indonesia wakaf hanya dilakukan melalui tanah atau gedung. Data Departemen Agama RI, mencatat kesadaran umat Islam di Indonesia untuk memberikan tanah wakaf cukup tinggi. Sampai Oktober 2007, jumlah seluruh tanah wakaf di Indonesia sebanyak 366.595 lokasi dengan luas 2,7 miliar meter persegi.

Edwin kembali memaparkan, dalam wakaf APIF yang dibentuk pada 2001 silam, skema yang digunakan adalah mudharabah (bagi hasil), dengan IDB sebagai pihak mudharib (sebagai subjek bagi hasil). APIF bertujuan membiayai aset-aset wakaf yang layak secara sosial, ekonomi dan finansial, di negara anggota dan komunitas muslim di negara non-anggota.

“Modal dasar APIF US$ 57 juta, terbagi ke dalam 5.700 sertifikat ’A’ dengan par value US$ 10 ribu,” terangnya. Distribusi keuntungannya adalah 10% untuk mudharib fees, 0-20% untuk general reserve dan 70-90% dibagikan sebagai dividen.

Mudharib (IDB) menerapkan ukuran-ukuran investasi yang sangat hati-hati, seperti jaminan pemerintah, jaminan bank bereputasi tinggi, dan jaminan asuransi pembiayaan. “Untuk berjaga-jaga dari konsentrasi risiko, APIF melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan dengan menetapkan pagu untuk setiap negara dan penerima,” katanya. [E1/I4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s