Berita 2010

JANUARI 2010

Presiden Canangkan Gerakan Wakaf Uang

Sumber: http://www.indonesia.go.id/id/ 08-01-2010 Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat di Istana Negara Jakarta mencanangkan gerakan nasional wakaf uang yang dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia.

Acara yang berlangsung mulai pukul 10:00 WIB tersebut dihadiri Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tholhah Hasan, Menteri Agama Suryadharma Ali, Mensesneg Sudi Silalahi, Menkominfo Tifatul Sembiring, Meneg BUMN Mustafa Abubakar, Sekretaris Kabinet Dipo Alam dan sejumlah pejabat negara lainnya.

Presiden didampingi oleh Ani Yudhoyono. Tampak diantara para undangan, sejumlah tokoh termasuk Adi Sasono.

Wakaf selama ini identik dengan tanah namun dengan dicanangkannya gerakan nasional wakaf uang maka kini masyarakat diperkenalkan dengan wakaf berbentuk uang yang lebih fleksibel digunakan untuk kesejahteraan umat sekaligus memudahkan masyarakat yang ingin wakaf karena ada alternatif bentuk wakaf.

Dalam sambutannya, Tholhah Hasan mengatakan pada 2004 telah terbit UU nomor 41 ttg wakaf dan pada 2006 PP 43 , Kepmen 04/2009 ttg administrasi wakaf uang, dan memberikan amanat pada BWI untuk mengelola harta benda wakaf skala internasional dan nasional.

Bentuk yang dikembangkan wakaf uang, pada 2010 badan itu menitikberatkan pada wakaf uang.

“Masyarakat selama ini mengidentitakan wakaf berbentuk tanah dan bangunan, maka kami memberika sosialisasi dalam bentuk uang dan surat berharga,” katanya.

Wakaf uang hukumnya adalah dibolehkan, dengan cara menjadikan uang menjadi modal usaha dan keuntungannya disalurkan pada penerima wakaf.

Wakaf uang bisa diberikan oleh siapa saja tanpa harus menunggu kaya. Wakaf uang akan tetap jumlahnya, jumlah uang akan tetap dan dikelola secara transparan dan aman.

Tholhah mengatakan Indonesia memiliki peran besar dalam mengembangkan wakaf uang. Di Sudan dan Bangladesh sudah memiliki Bank khusus wakaf.

BWI sekarang sedang bangun rumah sakit ibu dan anak di Tangerang yang berasal dari dana wakaf.

“Sosialisasi akan berlangsung efektif apabila didukung semua pihak. Filosofi wakaf agar benar-benar berwujud tidak hanya sosial tapi juga untuk peningkatan kesejahteraan umum dan peradaban bangsa,” katanya.

BWI telah bekerjasama dengan Bank Syariah yaitu, Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI Syariah, Bank DKI Syariah dan Bank Mega Syariah sebagai lokasi untuk memudahkan penyetoran wakaf uang.

BWI juga sudah membuat aturan tentang wakaf uang sehingga pengumpulan, penggunaannya dan pertanggungjawabannya dapat transparan serta akan diaudit oleh auditor independen.

http://www.antaranews.com/berita/1262920334/presiden-canangkan-gerakan-wakaf-uang

BWI Canangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang Nasional

Sumber: http://www.dakwatuna.com/ 8 Januari 2010
Oleh: Tim dakwatuna.com

dakwatuna.com – Badan Wakaf Indonesia (BWI) mencanangkan Gerakan Nasional Wakaf Uang. Pencanangan gerakan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jum’at (8/1/2010). Dalam peresemian tersebut, Presiden SBY juga menyerahkan uang senilai Rp. 100 juta sebagai wakaf uang untuk dikelola oleh BWI, yang diterima langsung oleh Ketua BWI, Tholhah Hasan.

“Saya dan istri ingin memulai gerakan wakaf ini dengan menyerahkan Rp. 100 juta bagi kepentingan umum dan pengelolaannya saya serahkan ke Badan Wakaf Indonesia,” kata SBY di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/1/2010).

Untuk mendukung suksesnya gerakan ini, BWI telah bekerjasama dengan lima bank syariah sebagai penerima wakaf uang. Yaitu Bank Muamalat, BSM, Bank DKI Syariah, BNI Syariah, dan Bank Mega Syariah. “Wakaf uang ini akan dikelola secara produktif,” ujar Tholhah Hasan pada hari Kamis (7/1/2010)

Wakaf uang ini akan dikelola secara produktif dan diinvestasikan, baik pada sektor riil maupun finansial. Hasilnya akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan ekonomi serta peradaban bangsa. Tentu saja, penghimpunan dan investasi dana wakaf ini disertai dengan laporan berkala kepada Menteri Agama dan melalui media massa serta audit oleh akuntan publik, sehingga pengelolaan wakaf betul-betul transparan dan akuntabel.

Sejak pembentukannya pada 2007 silam, BWI sudah mengelola aset tanah wakaf seluas hampir 27 ribu hektar yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Presiden berharap aset tersebut akan semakin bermanfaat bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan rakyat dengan adanya gerakan nasional wakaf uang yang dicanangkan pagi hari ini.

Dalam peresmian tersebut, SBY mengatakan bahwa wakaf uang sebagai suatu terobosan dan membuka tafsir luas tentang wakaf yang semula hanya pada tanah dan bangunan. Kini muslimin yang tidak kelebihan tanah dan bangunan pun bisa berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesejahteraan umat.

“Uang yang terhimpun gunakan untuk kegiatan produktif dan investasi yang menguntungkan bagi masyarakat,” sambung SBY. (lh/mok/dtc/bwi)

MARET 2010

Boediono Wakaf Uang Rp 75 juta

Gunawan Mashar – detikNews

Sumber:http://www.detiknews.com/ 2 Maret 2010Jakarta – Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) menemui Wakil Presiden (Wapres) Boediono di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (2/3/2010). Kedatangan BWI untuk memberi sertifikat wakaf kepada Boediono, karena telah mengeluarkan wakaf uang sebesar Rp 75 juta.

“Kami menyerahkan sertifikat wakaf. Pak Boediono wakaf uang sebesar Rp 75 juta,” ujar Ketua Dewan Pelaksana BWI, Prof Tholhah Hasan.

Menurut Tholhah, pemberian wakaf uang ini masih terkait dengan usaha pemerintah untuk menyukseskan gerakan wakaf uang di Indonesia. Selama ini menurut Tholah, wakaf uang masih belum dikenal di Indonesia, padahal di negara lain wakaf uang bukan lagi hal yang baru.

“Kita hanya mengenal wakaf benda yang tak bergerak. Padahal di negara lain, wakaf uang itu sudah banyak,” tuturnya.

Tholhah menjelaskan bahwa wakaf uang berbeda dengan zakat harta. Uang zakat, menurut Tholhah, bisa langsung dibagikan ke pihak yang berhak menerimanya. Berbeda dengan wakaf uang, wakaf uang musti dikelola terlebih dahulu. Setelah dikelola, jelas Tholhah, barulah keuntungannya dibagikan kepada pihak yang berhak. “Kalau wakaf uang harus dikembangkan dulu. Hasilnya yang dibagikan,” ucapnya.

Pengembangan wakaf uang ini bisa berupa dengan membuat usaha yang bisa menguntungkan. “Paling sederhana uangnya didepositokan. Atau bisa juga dengan membuat SPBU. Kalau di luar negeri, wakaf uang ada yang diinvestasikan dengan membuat apartemen. Dan hasilnya disumbangkan kepada yang berhak,” jelas Tholhah. (gun/nrl)

Boediono Memberikan Wakaf Uang Rp 75 Juta

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/ 02 Maret 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta – Wakil Presiden Boediono menerima sertifikat atas wakaf uang senilai Rp 75 juta yang diberikannya beberapa waktu lalu. Ketua Dewan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia, Tholhan Hasan, menyerahkan sertifikat itu kepada Boediono di Kantor Wakil Presiden, Selasa (2/3). “Itu dari dana pribadi (Boediono) untuk dikelola oleh Badan Wakaf,” kata staf khusus Wakil Presiden, Yopie Hidayat usai penyerahan sertifikat, Selasa (2/3).

Tholhah mengatakan Boediono mendukung gerakan wakaf yang telah dicanangkan presiden bulan lalu. Selain Wakil Presiden, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga telah menyerahkan wakaf uang Rp 100 juta, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono menyerahkan Rp 50 juta dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyerahkan Rp 50 juta.

Wakaf berupa uang memang hal baru. Sebelumnya masyarakat hanya mengenal wakaf tanah, kebun dan bangunan. “Tapi sekarang berkembang wakaf barang bergerak tapi berbeda dengan zakat maupun shodaqoh,” kata Tholhah. Bedanya, dia menjelaskan, wakaf ini tidak boleh langsung disalurkan namun harus dikembangkan misalnya dengan investasi. “Diupayakan untuk menghasilkan wakaf produktif,” kata Tholhah.

Badan Wakaf Indonesia akan menginvestasikan wakaf uang yang diterimanya itu dalam bentuk deposito agar cepat mendapatkan hasil. Selain itu, lanjutnya, bisa juga dengan investasi pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU), dan juga bisa dengan membangun apartemen seperti yang dilakukan di Turki. Saat ini, Badan Wakaf sudah membangun Rumah Sakit Ibu dan Anak di Serang, Banten. “Mudah-mudahan untuk apartemen sudah bisa dimulai tahun depan,” katanya.

Soal pengawasannya, Tholhah mengatakan Badan Wakaf bekerjasama dengan pihak perbankan dalam pengelolaan, dan pengawasan uang wakaf. Sejumlah pihak perbankan yang dilibatkan adalah BNI Syariah, Mandiri Syariah, Muamalat, Mega Syariah dan Bank DKI Syariah. “Selain itu keterlibatan Bank Bukopin dan BPN masih dalam proses,” katanya. Badan ini, lanjut dia, juga menyampaikan laporan kepada presiden dan Kementerian Agama dalam bentuk transparasi dan pertangungjawaban kinerja.

EKO ARI WIBOWO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s